Selasa, 12 Maret 2013

KUMPULAN PUISI : PUISI KEHIDUPAN


Semoga puisi-puisi ini dapat memberi suasana hati anda menjadi berbeda,dari yang muram menjadi terang benderang.Selamat membaca puisi kehidupan yang tak seberapa ini.

kumpulan puisi


Kisah sedih seorang ayah
Terlahir sebagai menantu bukan pilihan. Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebabnya kami ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun wali hakim. Dalam tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami selesai. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa dan salam sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat bersyukur karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. Umurku sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku. Cita-cita kami sederhana, ingin hidup bahagia.

 Perang bathinku
aku hidup dalam kepahitan .. yg penuh dengan kebencian, kemarahan, dan kesedihan .. dihidupku .. tak ada yg berbahagia .. semua terasa dingin ..
serasa aku hanyalah manusia fiktip serasa aku hanyalah bunga tidur aku bagaikan putaran waktu purba aku bagaikan algojo pacung

Sunyiku
Dear sayang..Perang sunyiku menghantui hari-hariku
Ingin kusudahi kegelisahan hati ini..
Dan aku berharap sang angin membawa gelisah ini
Aku aku jarak dan waktu membuat kita semakin jauh

Rinduku
Aku mengakui jarak dan waktu membuat kita semakin jauh
Bukan cuman mata yg menatap jauh..
Bukan cuman tangan tak sanggup meraih namun..
Hati kita juga turut ikut-ikutan menjauh karenaya

Istriku
Berdiri kaku menatap sang senja yg angkuh...
dgn warnanya yg kan kelam dan tak terlihat lagi
ku usap mataku dgn tangan yg penuh dgn dosa
Mata yg bergumpal batu kepedihan oleh air mata

KUMPULAN PUISI : PUISI KEHIDUPAN

0 komentar

Posting Komentar