Jumat, 04 September 2015

FOTO HOT Dua Gadis Luar Babel Dibanderol Rp 5 Juta [FOTO++]

Dua Gadis Luar Babel Dibanderol Rp 5 Juta


Fitri dan Euis dua wanita panggilan yang ditawarkan melalui internet saat dibekuk di salah satu hotel di Pangkalpinang tadi malam


Peringatan! Dua Gadis Luar Babel Dibanderol Rp 5 Juta Lewat Prostitusi Online

PANGKALPINANG, BN -- Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) membongkar lagi prostitusi online yang melayani pelanggan di wilayah Bangka Belitung, Kamis (3/9). Dua pria bernama Dani (29) dan Abenk (25) yang diduga berperan sebagai mucikari diamankan bersama dua perempuan berparas cantik yang diduga sebagai penjaja seks komersial (PSK).

Keempatnya ditangkap di sebuah hotel di wilayah Pangkalpinang oleh tim dari Subdit II Bidang Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev), Direktorat Kriminal Khusus (Dit Krimsus) Polda Babel dipimpin Kasubdit AKBP Hendro Kusmayadi
Saat penggerebekan, dua gadis yang masing-masing berinisial Fi (20) dan Eu (22) tampak sudah siap melayani tamu yang memesan. Bahkan satu di antaranya sudah nyaris terbuka bajunya saat Tim Fismondev masuk ke dalam kamar.

"Ada apa ini kami belum ngapa-ngapain kok lihat sendiri kan," kata Fi perempuan berbaju merah.
Sebelumnya polisi lebih dulu mengamankan Dani (29) dan Abenk (25) keduanya warga Pangkalpinang. Dani lah yang menawarkan wanita panggilan kepada polisi yang menyamar.

AKBP Hendro mengatakan, terungkapnya jaringan prostitusi online ini, setelah pihak kepolisian menyelidiki situs dengan nama lendir.org (sudah diblokir Menkominfo) yang menawarkan wanita panggilan. Polisi berhasil mendapatkan kontak person dan juga melayani permintaan pelanggan di Bangka Belitung.

Selanjutnya polisi memesan wanita kemudian janjian di salah satu hotel. Setelah mendapatkan kepercayaan kemudian polisi menyusun rencana untuk melakukan penggrebekan.

Kali ini polisi meminta dua wanita muda dari luar Bangka Belitung. Permintaan tersebut dipenuhi kemudian disepakati untuk janjian di salah satu hotel di kawasan Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Kamis kemarin.
Harga yang diminta Dani untuk short time dari kedua cewek tersebut adalah Rp 5 juta. Setelah diberikan DP polisi kemudian mengajak Dani untuk janjian bertemu. Saat bertemu itulah Dani yang ditemani rekannya Abenk langsung dibekuk polisi. Kemudian Dani dan Abenk dibawa ke hotel tempat pertemuan.

"Semua bukti dan saksi sudah cukup kuat untuk menyeret tersangka melakukan prostitusi online empat orang ini akan kami periksa intensif," kata Hendro mewakili Dir Krimsus Kombes Pipit Rismanto
Polisi juga menggeledah tas milik kedua wanita tersebut dan menemukan alat kontrasepsi kondom yang diakuinya akan digunakan untuk melayani orang yang memboking mereka.

Dani yang diduga sebagai mucikari mengaku baru dua kali melayani permintaan pesanan wanita panggilan di Pangkalpinang.
"Tadi (kemarin) dealnya 5 juta dan ceweknya rencananya akan dikasih masing masing 1 juta untuk kedua cewek yang saya kirim," kata Dani.
Sementara Fi, gadis yang berbaju merah mengaku belum lama tinggal di Pangkalpinang. Dia mengaku ini kali kedua dia menerima menerima tawaran melayani pria hidung belang dengan tarif short time Rp 1 juta.

"Ya karena ada tawaran mau aja baru dua kali pak di Pangkalpinang, kalau di Lampung ya gituan cuma sama pacar saya aja," kata Fitri.
Sedangkan temannya Eu terlihat terus menghindari sorotan kamera wartawan. "Bisa dimatiin dan ambil foto dak pak," kata Euis sambil menutup muka dengan rambut panjang miliknya.
-
Prostitusi Online Kedua
Kasubdit Fismondev Krimsus Polda Babel AKBP Hendro Kusmayadi mewakili Dirkrimsus Kombes Pipit Rismanto mengatakan pihaknya telah dua kali mengungkap prostitusi online di Pangkalpinang. Walaupun demikian tidak menutup kemungkinan masih ada penawaran wanita-wanita panggilan di Bangka Belitung melalui dunia maya.

"Kemungkinan masih ada dan akan terus kami selidiki dan dalami," kata Hendro.
Kasus pertama yang berhasil diungkap adalah kasus dengan tersangka Mami Enzel yang menawarkan wanita panggilan anak buahnya memanfaatkan jaringan blackberry messenger (BBM).

Mami Enzel ditetapkan sebagai tersangka tunggal sedangkan anak buahnya hanya sebagai saksi. Sedangkan kasus kedua yang diungkap Kamis (3/9) dengan diamankannya dua pria diduga sebagai penyedia dan dua wanita panggilan. (die)
http://bangka.tribunnews.com/2015/09...erol-rp-5-juta

Cewek Ini Udah Buka Baju Ternyata Pelanggannya Polisi

Dua PSK yang siap melayani pemesan, diamankan Kamis (3/9/2015) malam


PANGKALPINANG, BANGKA POS - Subdirektorat Fismondev Kriminal Khusus Polda Bangka Belitung membongkar prostitusi online, Kamis (3/9/2015) malam.
Dua pekerja salon, yang diduga telah 'dijual' melalui situs Lendir.org, diamankan di sebuah hotel di Pangkalpinang. Polisi juga membawa dua pria yang diduga bertindak sebagai mucikari.

Awalnya, polisi menangkap Dani (29) dan Abenk (25), warga Pangkalpinang, yang dipancing untuk menerima sisa pembayaran terhadap dua perempuan yang ditawarkan melalui situs Lendir.org. Dani disebut sebagai pihak yang menawarkan Fitri (20) dan Euis (22) kepada polisi yang menyamar.

Sebelum bertemu Dani yang muncul bersama Abenk, polisi sudah menyetor DP (downpayment) sebagai bukti keseriusan memesan Fitri dan Euis. Karenanya, Dani pun tak berkutik.

Upaya pengungkapan berlanjut ke kamar hotel yang sudah ditempati Fitri dan Euis. Keduanya ditemui dalam keadaan baju yang setengah terbuka. Mereka terdiam saat anggota tim Fismondev masuk ke kamar.
"Ada apa ini? Kami belum ngapa-ngapain kok lihat sendiri kan," kata Fitri sembari berusaha menutup resleting baju merahnya yang sudah melorot.

Dua PSK yang siap melayani pemesan, diamankan Kamis (3/9/2015) malam


Tim yang dipimpin Kasubdit Fismondev Krimsus Polda Babel, AKBP Hendro Kusmayadi kemudian menggeledah tas Fitri dan Euis. Hasilnya, polisi menemukan alat kontrasepsi yang diakui akan digunakan untuk melayani orang yang memesan mereka. Selanjutnya polisi membawa keempat orang tersebut ke kantor Polda Babel.

"Semua bukti dan saksi sudah cukup kuat untuk menyeret tersangka melakukan prostitusi online. Empat orang ini akan kita periksa intensif," kata Hendro mewakili Dirkrimsus Kombes (Pol) Pipit Rismanto, Kamis (3/9/2015) malam.
http://bangka.tribunnews.com/2015/09...ggannya-polisi

Begini Pengakuan Fitri Cewek Prostitusi Online yang Diamankan Polisi

Dua PSK yang siap melayani pemesan, diamankan Kamis (3/9/2015) malam


BANGKAPOS.com, PANGKALPINANG - Fitri, gadis yang diamankan oleh Subdit Fismondev Reskrimsus Polda Babel sebagai wanita panggilan online, Kamis (3/9/2015) malam terlihat santai menjawab pertanyaan dari wartawan bangkapos.com.
Fitri mengaku bahwa ia belum lama tinggal di Pangkalpinang dan kedua kalinya menerima tawaran melayani pria hidung belang dengan tarif short time Rp 1 juta.

"Ya karena ada tawaran mau aja baru dua kali pak di Pangkalpinang kalau di Lampung yah cuma sama pacar saya aja," kata Fitri.
Baca: Cewek Ini Udah Buka Baju Ternyata Pelanggannya Polisi
Gadis bertato wanita dipunggung dan tato tulisan di tangannya ini mengatakan dirinya sudah curiga akan dijebak.

Polisi geledah tas Fitri
Sementara itu Euis rekan Fitri terlihat terus menghindari sorotan kamera Bangka Pos.
"Bisa dimatiin dan ambil foto dak pak," kata Euis sambil menutup muka dengan rambut panjang miliknya.

Dua PSK digiring ke Mapolda Babel, Kamis (3/9/2015)
http://bangka.tribunnews.com/2015/09...amankan-polisi 

0 komentar

Posting Komentar